“Artificial Intelligence” , Dibutuhkan dan Ditakutkan

Blog ini dibuat guna memenuhi tugas matakuliah Kewirausahaan
Nama : Boby Kurniawan
Nim : 1401154193
Kelas : MB-39-11

 

Film A Space Odyssey yang dirilis pada tahun 2001 ini bercerita tentang perjalanan ke planet Jupiter  yang menghadirkan tokoh bernama HAL 2000, yang dideskripsikan sebagai sebuah super computer. Awalnya HAL 2000 diciptakan untuk membantu astronot dalam perjalanannya ke planet Jupiter, namun memberontak dan menjadi actor kekacauan ekspedisi tersebut.

                HAL 2000 merupakan contoh yang sekarang dinamakan Artificial Intelligence (AI). Sudah sejak lama, AL atau kecerdasan yang timbul dari mesin atau komputer menjadi obsesi umat manusia. Dengan semakin bergeraknya peradaban menuju era digital, AL bukan lagi menjadi sebuah angan-angan. Reformasi digital telah membuat Al menjadi mungkin terwujud sesuai cita-cita luhur, membantu kerja umat manusia. Namun, lebih dari itu, semakin cerdasnya Al, membuat khawatir akan tergantikannya peran manusia dalam banyak hal.

                Menurut artikel dari Vegart Kolbjornsrud, Richard Amico, dan Robert J Thomas yang  berjudul “How Artificial Intelligence Will Redefine Management” , menekankan bahwa Al memiliki posisi yang sangat vital dalam manajemen, tetapi tidak untuk menggantikan kemampuan-kemampuan yang sudah khas ada di dalam diri manusia. Untuk mengantisipasi hal tersebut para pekerja tersebut harus dibekali dengan kemampuan-kemampuan tambahan agar bias bersinergi dengan Al. Optimalisasi tersebut bias dengan melalui pelatihan dan juga sertifikasi. Kemampuan yang dimaksud berupa kemampuan menguasai teknologi digital, berfikir kreatif dan berani melakukan eksperimen, interpretasi dan analisis data, pengembangan strategi, serta administrasi dan perencanaan.

                 Kesimpulannya, manusia atau tepatnya generasi milenial tetap menjadi pemenang dan tetap menjadi pemenang. Begitupun halnya dengan manajemen. Al memang akan terus berkembang, bahkan sudah ada yang dibekali dengan hal-hal yang bersifat manusiawi. Disisi lain kelangsungan perusahaan bukan tentang seberapa canggih perangkat Al yang bias diadopsi ke dalam manajemen, melainkan seberapa canggih perusahaan dapat mengembangkan sumber daya manusia yang ada sehingga dapat bermitra dengan Al. dengan kata lain reformasi digital adalah tantangan yang harus diatasi dengan cara dirangkul dan diajak jalan bersama-sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s